Tuesday, 1 April 2025

mengapa NPN BJT lebih dipilih daripada PNP dalam rangkaian switching?

Tiga alasan untuk memilih NPN BJT daripada PNP dalam rangkaian switching!

1. NPN dapat dikontrol dengan level tegangan apa pun, terlepas dari tegangan beban, sementara BJT PNP perlu menyesuaikan tegangan beban untuk mematikannya.

2. BJT NPN mudah dioperasikan, karena mereka aktif dengan sinyal tinggi dan mati dengan sinyal rendah, sedangkan PNP sebaliknya.

3. Switching NPN umumnya lebih cepat daripada PNP. 

Akan tetapi, ada situasi di mana BJT PNP menguntungkan, karena mereka memutus sisi positif ketika dimatikan, sedangkan BJT NPN memutus sisi negatif.


Namun, banyak orang begitu terobsesi dengan hal-hal yang ada di buku teks sehingga mereka bahkan tidak ingin memikirkan skenario kasus praktis.

Tidak seperti beberapa desain amplifier yang menggunakan tegangan positif dan negatif, merancang sirkuit kontrol terutama melibatkan kerja dengan sinyal tegangan positif, seperti yang berasal dari mikrokontroler atau Arduino.

Ketika kita perlu menggerakkan beban tegangan yang lebih tinggi (misalnya, 12V) dengan tegangan sinyal kontrol (seperti 5V), menggunakan transistor PNP dapat menjadi tantangan. Ini karena PNP menyala ketika sinyal 0V diterapkan dan terus mengalir bahkan setelah menerapkan sinyal 5V. Ini karena sambungan basis-emitor tetap bias positif (sirkuit-5).  Jadi, untuk mematikannya, diperlukan sinyal 12V, atau transistor NPN tambahan harus digunakan untuk menggerakkan PNP pertama (rangkaian-6). Itulah sebabnya; banyak orang lebih suka menggunakan transistor NPN (rangkaian-1) kecuali ada persyaratan khusus seperti pengalihan sisi tinggi.