andi digital
Monday, 16 February 2026
Thursday, 9 October 2025
Kalibrasi Speedometer Motor Listrik uwinfly T90
Sebelum kita kalibrasi, kita harus mencari referensi dulu kecepataan yang akan ditarget dengan GPS, misal kita kendarai motor dengan gas mentok maka muncul kecepatan di dashboard 65km/jam sedangkan di GPS muncul angka 60 km / jam, maka target kalibrasi kita adalah 60km/jam.
Pastikan kondisi sebagai berikut :
1. motor posisi mati
2. saklar lampu posisi paling kiri (jadi saat kontak on langsung menyala lampu besar)
3. saklar lampu besar (jauh dekat) posisi terpencet kiri atau lampu jauh (jadi saat kontak on langsung menyala lampu jauh)
Setelah dipastikan kondisi tersebut di atas, lakukan hal berikut :
1. putar kontak ke posisi ON
2. pencet switch lampu besar (jauh dekat) ke kanan (jadi lampu dekat)
3. pencet switch lagi posisi kiri agar menyala jauh
4. pencet lagi switch lampu besar (jauh dekat) ke kanan (jadi lampu dekat)
5. ulangi lagi mengubah2 jauh dekat ini sampai total 8x dan terakhir berhenti ada di posisi lampu dekat, perhatikan bahwa dashboard angak speedo meter berkedip, nah saat inilah kita bisa kalibrasi naik / turun speedo dengan menggeser switch lapu sein ke kanan / ke kiri sesuai kebutuhan.
6. putar gas penuh sampai speed mentok, lalu kalibrasi ke angka yg ditarget misal dari 65 km / jam menjadi 60 km/jam.
6. setelah menemukan speed yg diinginkan, pencet lagi saklar lampu ke posisi lampu jauh agar settingan tersimpan, baru matikan motor.
7. jika pada langkah ke 5, kita lupa geser swith sampai lebih dari 8, maka harus diulang lagi dengan mematikan motor.
Saturday, 27 September 2025
Belajar Throttle Twist pada uwinfly T90
Jadi, setelah Uwinfly T90 nangkring di garasi semingguan, akhirnya kita test jalan.
Dari sisi tenaga sebenarnya bagus, tapi ada rasa yg kurang pas, dimana Throttle Twist (agar lebih familiar disebut saja "Gas") diputar sekitar sepermpat baru mulai jalan, dan yg membuat tidak nyaman posisi setengah sudah mentok kecepatannya (pakai mode S2) di sekitar 55km/j, jadi gas yg masih sisa setengah sperti mubazir karena ndak ada respon. Jadi pada mode S2, jarak main gas efektif hanya dari 25%-50%, klo S3 di sekitar 75% (feeling saja sih), dan tentu saja ini sangat responsif sekaligus ngagetin, dari posisi 0% pelintir hampir seperempat masih bengong, tapi begitu masuk 25% langsung wuzz.
Oh iya, hasil pengukuran tegangan keluaran dari throttle (hall sensor) ini sekitar 3,7V. Namun kontroller T90 sepertinya di setting / limit kecepatan tertentu (S2 = 55 km/j), dan karena klo ngukur sendiri batasan tegangan yg masuk ke Kontroller agak ribet karena harus jumper2 segala macam, jadi googling saja, dan ketemulah tabel berikut :
Bentuk yg sama, serta labeling yg juga mirip, besar kemungkinan ini produk yg sama hanya beda setting saja, maka bisa jadi kontroller T90 ada jenis FOC.
Wednesday, 10 September 2025
Konektor Charger Motor Listrik uwinfly T90
Karena penasaran, dan mencoba berselancar di internet, akhirnya menemukan port konektor charger motor listrik Uwinfly T90, dengan jenis M23 Push Locking 2 Power, 1 Grouding, 5 Konektor Data.
Deskripsi konektor Circular Male Female Power
salah satu produk yang ada adalah Jnicon M23.
Konektor ini dilengkapi pengunci tahan air IP67. Hanya perlu beberapa detik untuk menghubungkan konektor male ke female, berkat strukturnya yang canggih, sehingga banyak digunakan dalam banyak aplikasi. pada kendaraan listrik, konektor model ini akan membantu mendapatkan koneksi yang sempurna dan canggih.
Penerapan 2 pin konektor Male - Female
- Sistem Litium-Ion
- Aplikasi Komunikasi
- mesin kode produk
- mesin pengkodean produk
- sistem inkjet
- Panel Surya
- peralatan inkjet industri
- Peralatan tenaga listrik
- Peralatan laboratorium forensik & patologi
- Peralatan komunikasi
- Alat berat
Karakter utama
- Seal tahan debu dan cairan (IP67)
- konektor daya tahan air
- Tahan getaran, tahan benturan, tahan peregangan
- Penutup SOKET
- Dukungan perakitan kabel
- Ukuran dan panjang kabel disesuaikan
Fitur:
- 2 catu daya, sinyal 5IN 1pin grounding
- peringkat IP67
- Peringkat tegangan: 300V
- Rentang Kabel: 3 ~ 11mm
- UL, TUV, CB, CCC, CE, RoHS disetujui
- Siklus kawin: 3000 kali
| Parameter teknik | |
| Resistensi kontak | 10 mΩ maks |
| Struktur Isolasi | 500 MΩ pada 500VDC |
| Suhu Operasional | -40°C ~ +105°C |
| Kelas IP | IP67 (1m/30mnt) |
| Bahan Cetakan | PA66 |
| Bahan Kontak/Terminal | Kuningan Berlapis Emas |
| Bahan Segel | Silikon |
| Parameter Operasi | |
| Peringkat Tegangan | 500VAC maks |
| OD Ukuran Kawat Min | 3.0mm ~ 6.5mm |
| OD Ukuran Kawat Maks | 6,5mm ~ 10mm |
| Area Penampang Max.Cable | 0,3mm2 ~ 2,5mm2 |
![]()
Friday, 22 August 2025
Panduan Singkat Port Audio
Apa Itu Port Audio?
Port audio adalah antarmuka fisik pada perangkat yang memungkinkan transmisi sinyal audio antar perangkat. Port audio memiliki dua fungsi utama: input dan output. Port output digunakan untuk mengirim sinyal suara dari satu perangkat ke perangkat pemutar seperti headphone, speaker, dan amplifier. Sebaliknya, port input digunakan untuk memasukkan suara dari sumber eksternal seperti mikrofon atau instrumen musik ke dalam komputer atau sistem perekaman.
Port Audio pada Motherboard
Port audio pada motherboard terbagi menjadi analog dan digital:
- Analog (3,5 mm): Port ini paling umum ditemukan, kompatibel dengan colokan TRS 3,5 mm. Di desktop, biasanya terdapat dua port di bagian depan, salah satunya untuk output headphone dan satu lagi untuk input mikrofon. Di belakang, port analog sering diberi kode warna untuk menunjukkan fungsi masing-masing.
- Analog (6,35 mm): Jarang ditemukan dan biasanya digunakan untuk headphone kelas atas atau peralatan profesional. Karena daya keluarannya lebih tinggi, port ini cocok untuk perangkat audio berkualitas tinggi. Sering kali digunakan bersama adaptor dari 6,35 mm ke 3,5 mm.
Digital: Meliputi port seperti S/PDIF (Sony/Philips Digital Interconnect Format) yang umum ditemukan di motherboard menengah hingga atas. Port ini mendukung transmisi audio multikanal melalui satu kabel—baik dalam bentuk optik (TOSLINK) maupun koaksial (via RCA atau BNC)—serta port USB yang juga sering digunakan sebagai port audio digital.
Port Audio di Laptop
Laptop biasanya memiliki port 3,5 mm TRRS untuk menangani input dan output audio sekaligus, ideal untuk headset dengan mic bawaan. Jika headset yang digunakan memiliki dua colokan terpisah, diperlukan adaptor 2-in-1. Beberapa laptop terbaru bahkan sudah menghapus port audio tradisional dan hanya mengandalkan USB atau HDMI untuk audio. Bluetooth juga menjadi metode populer untuk menghubungkan headphone atau speaker secara nirkabel.
Pada contohnya, MacBook bisa menyediakan 1–3 port audio untuk headphone atau speaker, port audio masuk (Analog Audio In), dan port output analog (Analog Audio Out) yang umumnya diberi tanda ikon volume.
Mengenali Port Audio Berdasarkan Kode Warna
Motherboard PC umumnya memiliki beberapa port 3,5 mm dengan warna berbeda untuk memudahkan identifikasi fungsinya:
- Hijau: Line-out atau audio-out—untuk menghubungkan speaker atau headphone stereo.
- Pink: Mic-in—untuk menghubungkan mikrofon atau headset dengan mic.
- Biru: Line-in—untuk menerima input audio dari perangkat eksternal seperti CD/DVD player, MP3, amplifier, instrumen, dan mixer.
- Oranye: CS-Out—digunakan untuk speaker center/front atau subwoofer dalam sistem audio multi-kanal.
- Hitam: RS-Out—untuk speaker belakang dalam sistem surround 5.1 atau 7.1.
- Abu-abu / Perak / Putih: SS-Out—untuk speaker samping dalam sistem surround 7.1.
Selain itu, beberapa motherboard modern memungkinkan pengguna memodifikasi fungsi port melalui pengaturan driver audio untuk penggunaan yang lebih fleksibel.
Kesimpulan
Port audio di PC dan laptop memberikan konektivitas penting untuk berbagai perangkat audio, seperti speaker dan mikrofon. Dengan mempelajari perbedaan antara port analog, digital, serta memahami arti kode warna pada port, kamu bisa melakukan pengaturan audio dengan lebih tepat untuk pengalaman suara yang optimal.
Sunday, 22 June 2025
Membuat tembaga Sulfat / Flux / CuSO₄
Timah solder, biasanya akan lebih kuat menempel pada benda dengan material tembaga. Bagaimana jika kita akan menyolder benda seperti stainless steel agar kuat, bisa kita pakai flux buatan berupa tembaga sulfat.
cara : olesi permukaan stainless yang akan disolder dengan cairan garam lalu keringkan (agar cepat bisa pakai solder uap/blower), lalu olesi dengan tembaga sulfat, saat mengering maka permukaan stainless stel akan berubah menjadi sedikit ada lapisan tembaga, nah lanjut proses solder.
Untuk membuat tembaga(II) sulfat (CuSO₄) secara sederhana di rumah atau bengkel (misalnya untuk digunakan sebagai flux dalam penyolderan atau elektrolisis), kamu bisa menggunakan logam tembaga (Cu) dan asam sulfat (H₂SO₄) encer. Berikut ini adalah cara membuatnya:
⚠️ PERINGATAN KESELAMATAN:
-
Gunakan sarung tangan karet, kacamata pelindung, dan ruangan berventilasi baik.
-
Jangan mencampur bahan kimia sembarangan.
-
Hati-hati dengan asam sulfat, sangat korosif.
💡 Bahan yang Dibutuhkan:
-
Tembaga murni (kabel tembaga, lempeng, atau serpihan).
-
Asam sulfat encer (bisa pakai elektrolit aki yang asli — bukan yang sudah dicampur air aki).
-
Air suling (jika ingin murni).
-
Wadah gelas/pireks (tahan asam).
-
Pemanas (kompor listrik atau plat pemanas).
🔧 Langkah-Langkah:
🧪 Metode Reaksi Langsung (Kimia):
-
Siapkan larutan asam sulfat:
-
Campurkan 1 bagian asam sulfat pekat dengan 3 bagian air suling (tuangkan asam ke air, bukan sebaliknya).
-
-
Masukkan logam tembaga ke dalam larutan.
-
Gunakan tembaga murni yang sudah dibersihkan (jangan pakai tembaga yang dilapisi atau berkarat).
-
Potong kecil-kecil agar luas permukaannya lebih besar.
-
-
Panaskan perlahan larutan tersebut (jika reaksi terlalu lambat).
-
Reaksi akan menghasilkan larutan biru tembaga sulfat:
-
Kadang muncul gas belerang dioksida (bau tajam), ventilasi harus baik.
-
-
Setelah larutan menjadi biru, saring untuk memisahkan sisa tembaga yang belum larut.
-
Biarkan larutan menguap perlahan hingga terbentuk kristal tembaga sulfat biru.
🔋 Metode Elektrolisis (Alternatif Lebih Bersih):
-
Siapkan 2 elektroda tembaga dan celupkan ke dalam air + sedikit asam sulfat.
-
Hubungkan ke sumber listrik DC (seperti adaptor 12V atau baterai).
-
Tembaga dari anoda akan larut dan membentuk CuSO₄.
-
Setelah cukup waktu, kamu bisa menguapkan larutan untuk mendapatkan kristal CuSO₄.
🧰 Penggunaan sebagai Flux:
-
CuSO₄ bisa digunakan untuk membersihkan permukaan logam saat disolder atau membantu pembentukan lapisan tipis.
-
Tapi biasanya flux untuk penyolderan logam non-ferro lebih cocok menggunakan asam lemah (seperti asam sitrat, boraks, atau ammonium klorida).
-
Tembaga sulfat kadang dipakai dalam proses elektroplating, bukan langsung sebagai flux utama.
Tuesday, 10 June 2025
Jenis kepala baut
Gambar tersebut menampilkan berbagai jenis mata obeng (bit obeng) presisi yang digunakan untuk berbagai macam perbaikan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bit yang ditampilkan:
Baris Atas (Kiri ke Kanan)
| Simbol | Ukuran | Jenis Bit | Keterangan |
|---|---|---|---|
| ▲ | 2.3 | Tri-Point | Biasa digunakan pada perangkat Apple, dll. |
| ⬡ | H3 | Hex (Allen) | Untuk sekrup hexagonal dalam. |
| ⬡ | H4 | Hex (Allen) | Sama seperti di atas, beda ukuran. |
| ⬡ | H5 | Hex (Allen) | — |
| ⬡ | H6 | Hex (Allen) | — |
| ✶ | PZ2 | Pozidriv | Seperti Phillips tapi lebih stabil. |
| ✶ | PZ3 | Pozidriv | Ukuran lebih besar. |
| ☰ | Y2 | Tri-Wing | Banyak ditemukan pada alat elektronik. |
| ☰ | Y3 | Tri-Wing | Ukuran berbeda. |
| U | 4 | U-Type | Untuk sekrup khusus, kadang di peralatan listrik. |
| U | 6 | U-Type | Ukuran lebih besar. |
Baris Bawah (Kiri ke Kanan)
| Simbol | Ukuran | Jenis Bit | Keterangan |
|---|---|---|---|
| ★ | T6 | Torx | Banyak dipakai di elektronik & otomotif. |
| ★ | T10 | Torx | — |
| ★ | T15 | Torx | — |
| ★ | T25 | Torx | — |
| ★ | T30 | Torx | Ukuran besar. |
| + | PH0 | Phillips | Untuk sekrup plus kecil. |
| + | PH1 | Phillips | Ukuran sedang. |
| + | PH2 | Phillips | Ukuran besar. |
| – | 3.0 | Flathead | Obeng pipih, kecil. |
| – | 5.0 | Flathead | Sedang. |
| – | 6.0 | Flathead | Lebar. |
Rangkuman Kategori
-
Hex (H): Untuk baut dalam berbentuk segi enam.
-
Torx (T): Berbentuk bintang, banyak dipakai di mobil & elektronik.
-
Pozidriv (PZ): Versi lebih baik dari Phillips.
-
Phillips (PH): Obeng plus standar.
-
Flathead (–): Obeng minus standar.
-
Tri-Point / Tri-Wing / U-Type: Sekrup khusus, biasanya di perangkat elektronik.

