Tuesday, 7 April 2026

LM324 Operational Amplifier




LM324 adalah penguat operasional (op-amp) yang serbaguna dan banyak digunakan dalam elektronika analog modern, dikenal karena keandalannya, efisiensinya, serta kemampuannya beroperasi dengan satu catu daya. Dirancang sebagai quad op-amp, LM324 mengintegrasikan empat penguat independen dalam satu paket, menjadikannya solusi ideal untuk desain rangkaian yang ringkas dan hemat biaya.

Salah satu keunggulan utama LM324 adalah kemampuannya berfungsi dengan tegangan suplai tunggal, sehingga tidak memerlukan dua sumber daya dalam banyak aplikasi. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk perangkat bertenaga baterai, sistem tertanam, dan elektronika berdaya rendah. Rentang tegangan input yang luas serta kinerja stabil memungkinkan insinyur menggunakannya dalam pengkondisian sinyal, penguatan, penyaringan, dan sistem kontrol.

Perangkat ini mendukung berbagai aplikasi praktis, termasuk buffer tegangan, penggerak LED, kontrol lampu, dan interfacing TTL. Sebagai buffer, LM324 menjaga integritas sinyal dengan mengisolasi tahap tanpa mengubah sinyal input. Dalam konfigurasi driver, ia dapat mengendalikan komponen eksternal seperti transistor, LED, dan lampu dengan presisi dan efisiensi.

Selain itu, desain internal LM324 memberikan kekebalan terhadap noise yang baik serta kinerja output yang konsisten, menjadikannya pilihan andal baik untuk proyek pendidikan maupun sistem industri. Kesederhanaannya, dipadukan dengan fleksibilitas, telah menjadikannya komponen pokok dalam desain elektronika selama beberapa dekade.

Kesimpulan:  
LM324 tetap menjadi blok bangunan fundamental dalam desain rangkaian analog, menawarkan keseimbangan antara kinerja, keterjangkauan, dan adaptabilitas untuk berbagai aplikasi teknik.

Rating tegangan input dan output IC regulator 78XX

Rating tegangan input dan output IC regulator

rating tegangan pada kapasitor non polar

rating tegangan pada kapasitor non polar

Friday, 20 March 2026

Pin out IC yg sering dipakai

Pin out IC yg sering dipakai
4060, 40106, 4510, 4511, LM324, LM380, LM386, LM741, 555, 556, 567

Thursday, 9 October 2025

Kalibrasi Speedometer Motor Listrik uwinfly T90

Sebelum kita kalibrasi, kita harus mencari referensi dulu kecepataan yang akan ditarget dengan GPS, misal kita kendarai motor dengan gas mentok maka muncul kecepatan di dashboard 65km/jam sedangkan di GPS muncul angka 60 km / jam, maka target kalibrasi kita adalah 60km/jam.


Pastikan kondisi sebagai berikut :

1. motor posisi mati

2. saklar lampu posisi paling kiri (jadi saat kontak on langsung menyala lampu besar)

3. saklar lampu besar (jauh dekat) posisi terpencet kiri atau lampu jauh (jadi saat kontak on langsung menyala lampu jauh)


Setelah dipastikan kondisi tersebut di atas, lakukan hal berikut :

1. putar kontak ke posisi ON

2. pencet switch  lampu besar (jauh dekat) ke kanan (jadi lampu dekat)

3. pencet switch  lagi posisi kiri agar menyala jauh

4. pencet lagi switch  lampu besar (jauh dekat) ke kanan (jadi lampu dekat)

5. ulangi lagi mengubah2 jauh dekat ini sampai total 8x dan terakhir berhenti ada di posisi lampu dekat, perhatikan bahwa dashboard angak speedo meter berkedip, nah saat inilah kita bisa kalibrasi naik / turun speedo dengan menggeser switch lapu sein ke kanan / ke kiri sesuai kebutuhan.

6. putar gas penuh sampai speed mentok, lalu kalibrasi ke angka yg ditarget misal dari 65 km / jam menjadi 60 km/jam.

6. setelah menemukan speed yg diinginkan, pencet lagi saklar lampu ke posisi lampu jauh agar settingan tersimpan, baru matikan motor.

7. jika pada langkah ke 5, kita lupa geser swith sampai lebih dari 8, maka harus diulang lagi dengan mematikan motor.



Saturday, 27 September 2025

Belajar Throttle Twist pada uwinfly T90

 Jadi, setelah Uwinfly T90 nangkring di garasi semingguan, akhirnya kita test jalan.

Dari sisi tenaga sebenarnya bagus, tapi ada rasa yg kurang pas, dimana Throttle Twist (agar lebih familiar disebut saja "Gas") diputar sekitar sepermpat baru mulai jalan, dan yg membuat tidak nyaman posisi setengah sudah mentok kecepatannya (pakai mode S2) di sekitar 55km/j, jadi gas yg masih sisa setengah sperti mubazir karena ndak ada respon. Jadi pada mode S2, jarak main gas efektif hanya dari 25%-50%, klo S3 di sekitar 75% (feeling saja sih), dan tentu saja ini sangat responsif sekaligus ngagetin, dari posisi 0% pelintir hampir seperempat masih bengong, tapi begitu masuk 25% langsung wuzz.

Oh iya, hasil pengukuran tegangan keluaran dari throttle (hall sensor) ini sekitar 3,7V. Namun kontroller T90 sepertinya di setting / limit kecepatan tertentu (S2 =  55 km/j), dan karena klo ngukur sendiri batasan tegangan yg masuk ke Kontroller agak ribet karena harus jumper2 segala macam, jadi googling saja, dan ketemulah tabel berikut :

Kurang lebih seperti tabel ini, namun karena adanya limit kecepatan pada T90 sehingga posisi throttle antara 75%-100% tidak efektif, sehingga tabelnya akan menjadi seprti berikut ini :
Maka, menurut Saya output effektif hanya sampai 75% atau sekitar 3V.
Banyak yg menyarankan ganti kontroller yg programable seperti Votol, namun sebenarnya kontroller bawaan T90 itu bagus loh, 



Klo dibandingkan dengan merk sebelah, yg walaupun untuk 72v namun sama bentuk, dan ada tulisan FOC.

Bentuk yg sama, serta labeling yg juga mirip, besar kemungkinan ini produk yg sama hanya beda setting saja, maka bisa jadi kontroller T90 ada jenis FOC.
Nah, karena sy belum ada rencana ganti kontroller, maka untuk memperhalus gas si T90, akan sy coba akali dengan cara mapping sinyal dari throttle menjadi sinyal sesuai nilai yg sudah di set pada kontroller T90, jadi mappingnya 0.8-3.7v menjadi 0.8-3V (trial and error sajalah).
Kayaknya simpel pakai arduino, dengan 8 bit (0–255) sudah cukup presisi, walaupun outputnya hanya PWM bukan gelombang sinus, toh RPM T90 paling hanya di kisaran maks 1000.

Hasil yang diharapkan :
Putaran gas 0-100% sebelumnya mengeluarkan 0.8-3.7v akan menjadi 0.8-3V, shingga gas si T90 akan terasa halus, dan agar tetap terasa responsif, mappingnya dibuat beberapa step, misal : 
0.8-1.5V mapping ke 0.8-2.0V
1.5-3.0V mapping ke 2.0-2.5V
3.0-3.7V mapping ke 2.5-3.0V

Tinggal nunggu waktu bereksperiment (nunggu liburan panjang :>)